Support

Jumat, 05 September 2014

Filled Under: ,

TEKNIK RECOVERY

Data Recovery Yogyakarta  


Recovery dari suatu kegagalan transaksi biasanya berarti database direstore ke status yang konsisten ke waktu sebelum terjadi kegagalan. Untuk mengcover kesalahan atau kegagalan dari transaksi, sistem memaintain sebuah log untuk menjaga jalannya semua operasi yang mempengaruhi nilai dari item database. Informasi ini mungkin akan dibutuhkan untuk mengcover adanya kegagalan. LOG disimpan di storage, dan secara berkala diback-up ke storage lainnya untuk menjaga dari kerusakan yang fatal.
Beberapa strategi recovery :
1.   Jika terjadi kerusakan ke sebagian besar database, misalnya disk crash, metode recovery merestore kopi sebelumnya dari database yang sudah diback-up ke storage khusus (biasanya tape) dan membangun kembali status dengan mengaplikasikan kembali atau redo operasi dari transaksi yang commit dari log backed-up sampai waktu dimana terjadi kegagalan
2.   Ketika database tidak secara fisik rusak tetapi hanya menjadi tidak konsisten karena adanya kesalahan (system crash, system error, local error, concurrency control), strategi adalah membalik semua perubahan yang menyebabkan ketidak konsistenan yaitu dengan meng-undo beberapa operasi. Kemungkinan juga dengan melakukan redo beberapa operasi supaya dapat merestore status database yang konsisten.
Ada beberapa teknik dalam melakukan recovery:
  1.  Defered upate / perubahan yang ditunda :
Perubahan pada basis data tidak akan berlangsung sampai transaksi ada pada poin disetujui (COMMIT). Jika terjadi kegagalan maka tidak akan terjadi perubahan, tetapi  diperlukan operasi UNDO untuk mencegah akibat dari kegagalan tersebut.
Ide dari protocol update yang tertunda :
1. Sebuah transaksi tidak dapat merubah database pada disk hingga titik point
2. Sebuah transaksi tidak dapat mencapai titik point hingga semua operasi
update disimpan dalam log dan ditulis ke disk .Karena database tidak pernah ter-update  ada disk hingga transaksi mencapai commit, operasi UNDO tidak diperlukan.  Operasi ini dikenal dengan algoritma recovery NO UNDO/ REDO. REDO dibutuhkan saat sistem gagal setelah transaksi mencapai commit tetapi sebelum perubahan disimpan pada database di disk.
Keuntungan dari metode atau algoritma NO-UNDO/REDO adalah operasi transaksi tidak pernah dibutuhkan untuk tidak jadi dilaksanakan, karena :
1. Transaksi tidak mencatat setiap perubahan dalam database pada disk sampai mencapai point commit, yaitu sampai menyelesaikan eksekusi secara lengkap. Sehingga transaksi tidak pernah dirolled back karena kesalahan selama eksekusi transaksi.
2.  Transaksi tidak akan pernah membaca nilai yang ditulis oleh transaksi yang belum commit karena item tetap terkunci sampai transaksi mencapai titik commit. 
2.      Immediate Update / perubahan langsung :
Perubahan Di teknik ini, database akan diupdate oleh beberapa   transaksi sebelum transaksi mencapai titik point. Operasi secara khusus disimpan di log pada disk dengan force-writing sebelum diaplikasikan ke  database. Jika transaksi gagal setelah menyimpan beberapa perubahan pada database tetapi mencapai titik commit, efek dari operasi pada database harus undone (lepas/ buka); harus rolled back.
Jika transaksi mencapai commit sebelum semua perubahan ditulis ke database dikenal dengan algoritma UNDO/ REDO. Variasi dari algoritma ini adalah semua update disimpan dalam database sebelum  sebuah transaksi mencapai commit (membutuhkan hanya UNDO), dikenal dengan algoritma UNDO/NO-REDO
3.      Shadow Paging :
Menggunakan page bayangan dimana pada prosesnya terdiri dari 2 tabel yang sama, yang satu menjadi tabel transaksi dan yang lain digunakan sebagai cadangan. Ketika transaksi mulai berlangsung kedua tabel ini sama dan selama berlangsung tabel transaksi yang menyimpan semua perubahan ke database, tabel bayangan akan digunakan jika terjadi kesalahan.
Keuntungannya adalah tidak membutuhkan REDO atau UNDO, kelemahannya membuat terjadinya fragmentasi.

 smbr:tiwi

@DataRecoveryk

0 komentar:

Posting Komentar